Dinas Pariwisata Sebut 3 Kendala Wisatawan Mancanegara Masuk Bali

Sejumlah kendala masih menghantui kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali sehingga kedatangannya masih minim sejak perbatasan internasional dibuka per 14 Oktober 2021 lalu.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Bali, Tjok Bagus Pemayun mengatakan ada tiga hal yang menjadi kendala bagi wisatawan mancanegara masuk ke Bali yakni mulai dari kebijakan visa, aturan karantina, dan syarat penerbangan langsung. Kendala ini dinilai harus dibicarakan baik -baik dengan pemerintah pusat agar mendapatkan solusi yang menguntungkan semua pihak.

Menurutnya, pemerintah Bali saat ini berada satu barisan dengan pelaku industri pariwisata dalam mempercepat masuknya wisatawan mancanegara ke Bali.

Pemerintah Provinsi Bali akan mengajak para pelaku industri pariwisata bersama-sama menyampaikan ke pemerintah pusat terkait kebijakan-kebijakan yang dianggap memberatkan bagi wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Bali.

“Pada masa pandemi seperti saat ini, aksi demo bukan menjadi solusi, namun semua pihak harus menjaga image Bali tetap aman dan damai terlebih jelang perhelatan G20 tahun 2022 mendatang,” katanya seperti dikutip dalam rilis, Rabu, 15 Desember 2021.

Hal senada disampaikan Plt Kepala Dinas Kabupaten Badung Cok Raka Dharmawan. Ia berharap agar selama Natal dan Tahun Baru jangan ada pembatasan untuk wisatawan domestik masuk Bali.

Menurutnya, akhir tahun menjadi masa uji coba bagi , kalau ini berhasil maka itu artinya Bali memang siap. “Saat ini Badung fokus benahi destinasi wisata. Tahun 2021 ini Badung menetapkan 6 desa wisata juga saat ini sedang menyiapkan untuk Penataan pantai kuta, tanjung benoa, dan Legian,” katanya.

12 Selanjutnya

Dalam sambutannya, Agung Rai menyampaikan bahwa tujuan rapat kali ini untuk membahas rancangan usulan yang nantinya akan disampaikan ke Pemerintah Provinsi Bali yang selanjutnya akan diteruskan ke Pemerintah Pusat terkait dengan permasalahan-permasalahan yang menyebabkan nihilnya wisatawan mancanegara datang ke Bali.

“Kita harus berbuat, tidak boleh diam, kita harus satu suara dalam menyampaikan usulan ke pusat, tapi yang kita suarakan adalah suara perdamaian” katanya.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Bali sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah sudah berbuat banyak untuk mempercepat pemulihan pariwisata Bali, seperti vaksinasi. Saat ini vaksinasi tahap dua di Bali sudah mencapai 90 persen dari target yang ada.

“Kita harus dukung dan kita harus kerjakan yg terbaik untuk menjaga kenyamanan dan kondusifitas Bali,” tambahnya.

Menurutnya, saat ini sudah ada peningkatan wisatawan yang datang ke Bali dari pasar domestik, jumlahnya sudah mencapai 22 ribu per hari, terdiri dari 12 ribu melalui udara dan 10 ribu via jalur darat. “Kita harus dukung usaha besar pemerintah dalam usaha kebangkitan pariwisata Bali, jangan melakukan kegiatan yang bisa merusak citra Bali di mata dunia,” katanya.

BISNIS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.