Mengenal Bahaya, Gejala dan Penyebab Kekurangan Vitamin K

Vitamin K memainkan peran penting dalam koagulasi, lebih dikenal sebagai pembekuan darah. Pembekuan merupakan proses yang membantu mencegah pendarahan yang berlebihan baik di dalam maupun di luar tubuh, sebab itu tubuh membutuhkan vitamin K untuk memprodukasi protein yang bekerja selama proses pembekuan. Apabila kekurangan vitamin K, apakah berdampak pada tubuh?

Melansir situs healthline.com, meski jarang terjadi pada orang dewasa, kekurangan vitamin K dapat menyebabkan pendarahan hebat pada penderitanya. Hal tersebut dapat dipicu beberapa Kondisi dan beberapa obat yang menganggu penyerapan dan pembentukan vitamin K pada tubuh orang dewasa.

Pasalnya, kekurangan vitamin K lebih umum dan sering terjadi pada bayi, kondisi ini kenal sebagai VKDB atau pendarahan akibat kekurangan vitamin K.

Bagaimana gejala kekurangan vitamin K dapat dikenali?

Melansir medicalnewstoday.com, untuk orang dewasa, gejala umum kekurangan vitamin K meliputi mudah memar, gumpalan darah kecil muncul di bawah kuku, pendarahan di selaput lendir yang melapisi area di dalam tubuh, tinja yang berwarna hitam gelap, seperti tar, atau mengandung darah.

Sementara pada bayi, gejalanya meliputi: pendarahan dari area di mana tali pusar telah dilepas, pendarahan di kulit, hidung, saluran pencernaan, atau area lain, penis berdarah jika bayi disunat, pendarahan otak mendadak, yang dianggap parah dan berpotensi mengancam jiwa.

Apa penyebab terjadinya kekurangan vitamin K?

Berdasar Lab Test Online Uk di situsnya labtestonline.org.uk, penyebab umum terjadinya kekurangan vitamin K dapat meliputi:

1. Defisiensi vitamin K dalam makanan jarang terjadi pada individu yang sehat tetapi relatif umum pada mereka yang sakit parah atau yang memiliki kondisi kronis tertentu. Misalnya, sering terlihat pada pasien yang dirawat di unit perawatan intensif, pasien kanker yang menjalani kemoterapi, pasien dialisis kronis, dan pasien yang berisiko malnutrisi, seperti mereka yang pola makannya buruk terkait dengan alkohol atau penyalahgunaan obat.

2. Malabsorpsi, terutama gangguan penyerapan lemak karena penyakit seperti cystic fibrosis, penyakit celiac, pankreatitis kronis atau penyakit Crohns. Penyakit hati kolestatik seperti obstruksi saluran empedu atau sirosis bilier primer juga dapat menyebabkan malabsorpsi dan kekurangan vitamin K.

3. Beberapa obat, seperti antibiotik, antasida, dan obat anti kejang dapat mengganggu penyerapan vitamin K1, menurunkan jumlah K2 yang diproduksi di usus, atau menyebabkan degradasi vitamin K. Aspirin dosis tinggi dapat meningkatkan kebutuhan vitamin K.

4. Defisiensi pada bayi baru lahir berhubungan dengan penyakit hemoragik pada bayi baru lahir (juga disebut perdarahan defisiensi vitamin K atau VKDB). Ini dapat menyebabkan pendarahan dan memar, dalam kasus yang parah, dapat menyebabkan pendarahan fatal ke otak.

DELFI ANA HARAHAP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.